Perempuan Berkalung Sorban February 9, 2009
Posted by abuhaidar18 in Tulisan biasa.Tags: Film
trackback
Beberapa hari yang lalu terjadi diskusi yang cukup seru perihal film Perempuan Berkalung Sorban. Hal ini terjadi karena sehari sebelumnya beberapa anggota keluarga menonton bareng film tersebut. Hampir semua sepakat bahwa film itu melecehakan Islam, Kyai pesantren, dan komunitas pesantren. Saya sendiri hanya mendengarkan karena memang tidak mengerti dan juga memang belum mebaca novelnya dan juga belum menonton filmnya. Filmnya sendiri saya memang tidak tertarik untuk menontonnya, karena pikiran saya ” ya paling2 filmnya dibuat hanya untuk mendapatkan materi karena jumlah umat islam diindonesia yang memang mayoritas, sedang isinya ga jauh2 dari sinetron yang ada di TV”, begitulah pikiran saya.
Tetapi setelah diskusi tersebut saya jadi terusik untuk mencari tahu ada apa sih dibalik novel dan film tersebut.. Akhirnya saya googling, yang saya dapatkan cukup lumayan banyak. Ternyata novel karangan Abidah el Khalieqy ini iterbitkan oleh Yayasan Kesejahteraan Fatayat dan the Ford Foundation. Ada nama for foundation disana, FF sama halnya dengan Asia foundation merupakan LSM barat yang banyak mendukung LSM negri ini yang mengusung tema liberalisasi. Ada apa dengan novel ini sehingga FF mau terlibat….. hmmmmmm.. www.swaramuslim.com
Direpublika online ditulis bahwa seorang ketua LSF, Titie Said, mengaku terkejut dan sampai tiga kali untuk dapat mengerti film ini. Seorang ketua LSF saja harus menonton sampai tiga kali, bagaimana dengan masyarakat umum????? Wah bisa sampai 5 kali neh baru mengerti, apa iya masyarakat mau menonton sebanyak itu, ah rasanya ga mungkin. Jadi ya.. kalau masyarakat umum menganggap film ini melecehkan islam saya rasa sangat wajar. Jadi jangan heran ketika ada yang berpendapat bahwa dalam film ini mengajarkan bahwa dunia pesantren mengajarkan kekerasan dan tentu saja dunia pesantren tidak akan jauh dari dunia islam, Masya Allah hal ini tentu tidak benar, karena islam adalah rahmatan lil ‘alamin.
Di blognya mas hanungpun dia berkata “Jika kamu seorang yang menganggap perempuan sebagai makhluk kelas dua, maka film ini benar-benar untuk anda …. Silakan menyaksikan di bioskop tgl 24 Desember nanti. Maaf jika ada yang tidak berkenan. Peringatan keras bagi yang punya pemikiran anti kebebasan, silakan jauhi film ini daripada nanti anda sakit hati ….”


Duh, emang berat ya pilem-nya pak?
Jadi penasaran pengen nonton, kenapa ga nonton aja pak, buat sekedar penasaran..heheheh..
saya dulu mau nonton pak, tp setelah liat trailernya di cineplex udah kebaca jalan ceritanya begono, jadinya malay deh..
emang penulis novelnya temennya ulil yah pak??